![]() |
Aku berlari-lari kecil di atas dada pasir yang amat indah,,Tatkala senja ini,,aku dan beberapa orang teman akan duduk sambil memancing ikan di sungai yang bernama mempagar,,,Aku tidak jemu ,membawa mereka yang akan mencari sumber rezeki yang ada di tempat itu,,,Semestinya sayur kulat, pakis ;rebung,timaar dan berbagai sumber hasil hutan yang akan menjadi santapan untuk meneruskan hidup...Apa yang aku banggakan adalah anak kampung itu tidak pernah kenal erti sakit atau susah dalam menjalani kehidupan seharian,jujur saja aku katakan aku punya peristiwa yang lucu...kisahnya aku dan papai mencuri pancing orang,,,dan kami memancing berdekatan,,,Setelah lama menunggu,,tiba-tiba,,,ming,cepat angkat pancing,,,ada buaya..Papai bersuara.Dengan suasana yang panik Papai mengangkat pancingnya..Tanpa di sedari ,mata kail itu menyangkut di bawah mataku,,Darah pun mengalir..Aku yang terkejut terus menangis,,,Sampai di hospital aku di bedah kecil...Kata doktor..Itulah ,lain kali jangan nakal main di sungai..orang memancing dapat ikan,,kamu memancing dapat apa..Kalau kena di mata macam mana?Aku hanya melihat Papai yang mendiamkan diri..Kami tak pernah takut,,Esoknya kami mandi di sungai lagi..Air sungai dah tohor..Pasir timbul di tengah sungai..Tapi di sekeliling itu adalah pasir jerlus...Tanpa rasa takut kami akan menyeberangi sungai dan beramai-ramai untuk berlumba berenang..Istilah buaya atau tembakar sudah hilang di saat kami leka bermain air...hari itu aku kembali...Aku jadi takut melihat air sungai yang berpusar..Aku tidak melihat lembah yang indah seperti dahulu..Mungkin kerana kerakusan manusia.yang menebang pokok, membuang sampah dan membuang sisa toksik membuatkan sungai itu tidak mesra pada pengunjungnya,,Mungkinkah sungai itu sudah marah,,,Keindahan miliknya sudah hilang,,Bertahun2 dia cuba mencipta landai yang indah, tapi banjir selalu menghalang hasratnya,,,Tolakan rakus menghancurkan pasir-pasir yang tumbuh di tebingnya...Hamparan sampah merubah warna jernihnya menjadi keruh...Aku jauh meningalkan segala sisa kenangan di sungai itu,,Apa yang ku pelajari dari situ adalah aku harus kuat seperti air sungai,,,Tak pernah jemu untuk terus mengalir meskipun di halang dengan batu sekalipun...Akhirnya aku pulang,,,Saat itu suasana amat sepi..teman2ku sudah pergi membina kehidupan mereka..Begitu juga dengan aku,,DAN SUNGAI INI AKAN MENJADI KERINDUAN BUAT AKU DAN TEMAN SEPERJUANGAN,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
KISAH SI BUNUH CINTA

Tiada ulasan:
Catat Ulasan